pagi itu dia bangun dengan rasa hari itu dia bakal bertemu istrinya di salah satu tikungan, entah Likungan mana. Sedang istrinya telah mati entah berapa lama. Rasa seperti ini jadi alasan Liap hari bag-inya untuk hidup. Paginya dia selalu gembira, sampai saatnya dia bertemu salah satu Likungan, melaluinya tanpa bertemu istrinya. Kekosongan sesudah tikungan ini membuat petang-pctangnya tiba terl…