Kenapa tidak ada yang pernah bilang kalau menjadi anak pertama itu begitu menyakitkan? Tidak pernah bercerita, tapi selalu berusaha terlihat baik-baik saja. Sekalinya mengeluh, tidak ada yang peduli. Bahkan kehadirannya di rumah, dianggap tidak terlalu penting. Anak pertama itu kini tengah mencari jalan pulangnya. Ia sedang berusaha menemukan kembali cinta yang utuh dari orang tuanya. Berusa…
Kamu sudah berjalan sejauh ini. Kalau hari beratdan rasa sakit datang lagi, itu karena kamu sudah sangat bekerja keras untuk dirimu sendiri. Capek ya? Akuin aja, gapapa. Karena kamu gak lahgi capek sendirian. Karena kita gak harus senang terus, kita gak harus selalu kuat. Nikmatilah, karena pada akhirnya semua ini buat kita makin dewasa. Gapapa, ya? nanti juga sembuh sendiri
"Pernah gak ingin bersuara, tapi sudah tahu tidak akan didengar? Bukannya tidak berani bersuara, tapi aku terbiasa disepelekan. Pak, Bu, andai kalian tahu, aku hanya ingin didengar. Aku hanya ingin merasakan suasana rumah yang hangat. Aku hanya ingin ada foto keluarga kita terpajang di rumah. Namun, rumah yang seharusnya jadi tempat yang nyaman untuk pulang, malah terasa asing untukku. Tidak ad…
"Bapak, Ibu, aku penasaran. Apakah kehidupan menjadi orang tua yang kalian jalani sejalan dengan ekspektasi kalian sewaktu kecil? Apakah kalian sadar betapa dingin rumah yang kita huni? Semakin dewasa, aku semakin sadar betapa kalian mencintaiku dan mengusahakan segalanya untukku. Nyatanya, kalian juga berjuang sama halnya dengan aku. Saat itu, aku masih terlalu muda untuk menyadari bahas…
Setiap manusia memiliki perasaan kompleks yang terkadang sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata. Jika Anda sering menahan emosi, buku ini menyediakan panduan self-therapy yang mudah, sederhana, dan tidak memerlukan peralatan rumit. Dengan mempraktikkan aktivitas kreatif dan reflektif, Anda diajak untuk melepaskan beban emosi terpendam dan menjaga kesehatan mental. Intinya: Anda berhak sembuh
Buku ini hadir sebagai pengingat tentang kenangan, rasa kangen, hingga ironi kehidupan. Penulis mengajak pembaca merengkuh kedalaman jiwa melalui hal-hal sepele, kisah cinta yang rumit, dan dinamika negeri ini. Dengan gaya khasnya yang penuh metafora, setiap cerita ditutup dengan pertanyaan retoris atau renungan mendalam yang cocok untuk siapa saja
Siapa yang datang ke pemakamanku saat aku mati nanti? Satu pertanyaan sederhana itu membuat Kim Sang-hyun banyak berpikir tentang hidup dan segala persoalannya. Buku ini adalah catatan kecil sang penulis yang berusaha untuk hidup sedikit lebih baik, sedikit lebih bahagia, sedikit lebih sejahtera. Ditulis dengan gaya bahasa yang tenang dan jujur, Kim Sang-hyun mencoba menyampaikan kehangatan,…
Gapapa kalau kamu lelah. Gapapa kalau kamu sekarang tertawa, besoknya nangis Gapapa kalau kamu nggak baik-baik aja hari ini. Gapapa… Itu bukan berarti kamu lemah, melainkan kamu manusia yang hidup. Semua orang punya waktunya masing-masing. Kamu nggak lemah sama sekali. Kamu cuma sedang berada di jalanmu sendiri. Buku ini adalah tempat untuk pulang atas kata-kata yang lama dipendam. Tentang ke…
Apakah kebahagiaan adalah sesuatu yang Anda pilih? Berani Tidak Disukai menyajikan jawabannya secara sederhana dan langsung. Berdasarkan teori Alfred Adler, satu dari tiga psikolog terkemuka abad kesembilan belas selain Freud dan Jung, buku ini mengikuti percakapan yang menggugah antara seorang filsuf dan seorang pemuda. Dalam lima percakapan yang terjalin, sang filsuf membantu muridnya memaham…