PERPUSTAKAAN PELITA HARAPAN SMAN 1 WANADADI

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Orang-orang biasa : ordinary people

Andrea Hirata - Nama Orang;

Dalam novel Orang-orang Biasa kita bertemu sepuluh sekawan yang bernasib sial sejak kecil. Mereka murid-murid terbodoh di kelas sekaligus datang dari keluarga miskin. Lantaran bodoh dan miskin, mereka jadi sasaran empuk penindasan.Di novel ini para pem-bully itu adalah Trio Bastardin dan Duo Boron. Nasib buruk itu berlangsung hingga mereka dewasa. Mereka tak bisa keluar dari lingkaran kemiskinan seperti sekawan di Laskar Pelangi. Ada yang jadi orangtua tunggal, membesarkan anak-anaknya sambil berjualan mainan. Ada yang menjadi supir dan pegawai rendahan. Ada yang membuka kios buku tapi sepi pembeli. Ada yang menjadi guru honorer bergaji kecil tapi punya banyak anak.Ada yang berganti pekerjaan karena berbuat onar terus dan hobi dandan lalu selfie. Ada yang tak punya pendirian. Dan yang paling ajaib, ada yang mengklaim jadi motivator walau belum sekalipun ada yang mengundangnya jadi pembicara. Kalau cuma bicara tentang kesialan nasib orang miskin apa istimewanya?Di sini Andrea sebagai pencerita menunjukkan kepiawaiannya. Dengan sudut pandang (point of view) yang serba maha tahu ia berkisah inti cerita Orang-orang Biasa adalah rencana perampokan bank. Alkisah, Dinah, salah satu dari sepuluh sekawan, punya anak perempuan yang diterima masuk perguruan tinggi fakultas kedokteran. Kita tahu biaya kuliah jadi dokter sangat mahal.Sepuluh sekawan lalu bersepakat akan merampok bank untuk membiaya kuliah tersebut. Cara bercerita maha tahu memungkinkan Andrea berbual-bual mengeksplorasi kebodohan dan kesialan tokoh-tokohnya. Kerap kali ia menggambarkan kemalangan nasib mereka secara berlebihan. Tentu saja cara itu berhasil membuat kita terpingkal-pingkal maupun tersenyum getir.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
9934
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 3 AND o
Penerbit
Yogyakarta : Bentang., 2020
Deskripsi Fisik
x + 310 hlm.; 13 x 20.5 Cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-291-685-7
Klasifikasi
899.221 3
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
fiksi Indonesia
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN PELITA HARAPAN SMAN 1 WANADADI
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Pelita Harapan berdiri sejak berdirinya SMA Negeri 1 Wanadadi pada tanggal 05 Mei 1992 Visi : Menjadikan Perpustakaan sebagai pusat informasi dan pusat ilmu pengetahuan dengan pelayanan yang efektif, cepat dan mudah sehingga mampu menjadi penopang keberhasilan proses belajar mengajar Misi : 1. Meningkatkan pelayanan pemakai dengan memberikan layanan yang mudah. 2. Peningkatan sarana penunjang untuk layanan pemakai. 3. Peningkatan sumber daya manusia dengan mengikutsertakan dalam event kegiatan perpustakaan. 4. Menyediakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang dapat menujang keberhasilan pembelajaran di sekolah.  

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?